Story #12. Dibuang Sayang: penebusan dosa akademik = jadi sarjana

Hey…. ini tulisan yang agak aneh juga dari akun wordpress lama saya. Ditulis pada November 16, 2009. Postingan ini sejujurnya bener-bener norak, tapi yah saya taruh disini saja, biar bisa saya baca kapan-kapan!

***

Penebusan Dosa Akademik = Jadi Sarjana

“Ma, Pa, udah kelar ku tebus dosa akademik ku!” hhuaaahh… kuliah yang tahun terakhir dapet banyak tekanan dari papa akhirnya kelar juga. Aku seneng lihat wajah lega papa mama yang hadir ke ceremonial wisuda ku, yah tentunya bercampur lelah menempuh perjalanan darat dari Tangerang ke Jogja. Eehmm…tentunya sambil nostalgia masa muda gitu dech! perjalanan jauh, naik mobil pribadi, dan….berdua doang. Hyaahhh…jadi pingin pacaran!! : ))

Selesai S1, banyak banget temen2 yang tanya, “what’s your future plan?” waduuh… Kreasi redaksionalnya sih beragam! tapi intinya sama itu juga! Papa malah kayak khawatir gitu aku gak dapet kerja. Well, papa gag bilang langsung sih, aku nebak dari dorongan (baca: hasutan) nya untuk ngirimin CV ku ke beberapa teman papa. Cwaapeee deeeh…

Aku bukan gag punya future plan, tapi future plan utama ku bukan untuk langsung dipekerjakan perusahaan kapitalis bergaji besar, atau bahkan apapun yang berstatus “karyawan”, ada saja keengganan untuk terburu2 meraih status itu.

Ku siapkan diriku untuk beberapa peluang yang mungkin bisa ku raih untuk menunda mendapatkan status ‘aman’ (karyawan) itu. Aku apply ke beberapa beasiswa dan job-training yang aku tahu (dan memungkinkan), hampir semua peluang itu adalah ke luar Indonesia. Waaa…seneng banget deh kalo bener2 kesampean! Kalaupun gagal tak apa lah, yang penting aku sudah mencoba. Aku terlanjur penasaran, bisa nggak sih aku meraih kesempatan itu?!! Tapi tunggu hingga waktunya tepat untuk aku menentukan sendiri kapan rasa penasaran itu harus berakhir. Kalau pada akhirnya tak satu pun peluang yang kutemui mencatut namaku, itu baru saatnya menjemput takdir sebagai “karyawan”. Tentunya ku sampaikan juga niat itu ke mama dan papa. Mereka mengiyakan saja, tapi tetap saja kekhawatiran itu tersirat.

Hati ku penuh harap! tapi juga cemas! Peluang yang ada lebih dari satu, dan semuanya menarik hati! kalau bisa ku ibaratkan dengan warna favoritku, maka semua peluang itu berwarna merah! hahahha….

Di tengah semua rasa itu, aku membuat tanda kemenangan dan melipat tanganku, “Yesus…” pintaku, “…aku percaya Engkau akan berikan yang terbaik. Sebab ku tahu Tuhan ku tak akan memberi ular berbisa pada yang minta roti”.

Terjadilah padaku Bapa, menurut perkataan Mu.

Posted in agnes enggar pratiwi, future plan
Tags: doa, future plan, karyawan, sarjana

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s