Story #17. I Love The Pain

Hey..

“I Love the Pain” adalah kata-kata yang gw denger dari salah satu trainee di CelFit, waktu gw ikut kelas RPM. Diucapkan (lebih tepatnya diteriakkan) pada pertengahan sampai dengan akhir kelas. Kata-kata ini jadi kayak semacam endorser / stimulus / penyemangat ketika kita lagi down. Kalo aktivitasnya olah raga, konteks down nya adalah fisik yang lelah, otot yang kenceng.

Iseng gw coba search di google dengan keyword “Love the Pain” ternyata ada grup band yang punya single dengan judul serupa. Lady Antebellum nama band nya. Judul lagunya “Love This Pain”, sayang ga nemu video klip nya. Padahal liriknya bagus lho, gini reff nya:

It’s like I love this pain a little too much
Love my heart all busted up
Something ’bout her, we just don’t work
But I can’t walk away
It’s like I love this pain

Ceritanya -kayaknya- tentang pasangan yang berada pada hubungan yang salah. Semacam saling cinta tapi sering berantem mungkin, tapi tetap bertahan dalam hubungan itu. Love my heart all busted up, something about her we just don’t work, but i can’t walk away. Freak ya? Gimana bisa pasangan saling mengasihi tapi juga saling menyakiti? Kalo masih pacaran bisa mikir simplenya kalo ga cocok lagi ya bubaran aja, mungkin kalo dah terlanjur merid tuh baru ribet. Gw mendadak sulit mendeskripsikan perasaan lebih banyak tentang ini :p

Well, gw lanjut ke pencarian quotes, ada 1 yang menarik buat gw:

tue0oz5r

The pain demands to be felt. Mungkin bener juga. Seperti hal tentang kebahagiaan, rasa sakit juga ingin pernah punya tempat di hati dan diri (fisik). Kalo kita menerima cinta dan kebahagiaan dengan hati terbuka, menerima perawatan dan penampilan oke untuk diri kita maka biarlah rasa sakit juga kita terima. Dikit aja tapi jangan banyak-banyak! gitu kan kalo boleh request. Ha haa…. Kadar banyak-sedikitnya tergantung penerimaan kita sih. Kalo mau bersabar, sebentar juga hilang rasa sakitnya. Habis nge gym badan pegel ya wajar, nikmatin aja sambil pilih mau didiemin aja dibawa tidur atau mw pijetan. Dapet penolakan dari temen, gebetan, keluarga, bos terus berasa sedih, lelah, putus asa, down ya wajar juga, nikmatin aja sambil cari solusinya. Selingin ngopi sama ngemil juga gpp. Walopun aktivitas dan jalan hidup kadang melelahkan toh Tuhan selalu memberi kecukupan. Daripada mengeluh cuma bikin makin sakit (plus nyusahin orang yang denger curhatan) mending we keep saying “I Love the Pain!”

I love the pain, I love the pain

Don’t wanna mess things up

But don’t push too far

Do what you love to do

Don’t asked why

Keep saying “I Love the Pain”

 

Write with Love ^3^

Ciao!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s