Story #20. Menghadiahi Diri Sendiri

Hey…

Hidup terlalu berharga bila hanya digunakan untuk bekerja, kuliah, nongkrong di kafe, jatuh hati, bangun cinta, patah hati, menjebak diri sendiri dalam romantisme masa lalu, dan berharap terlalu banyak pada masa depan yang tak pasti. Jika hidup punya urat, mungkin dia akan merasa semacam ketarik kenceng ketika kita berusaha membangun hidup yang sempurna. “Sempurna” pada takaran manusia subyektif -yang- cenderung naif, egois, ingin mengatur dunia dengan berandai-andai.

Tiap manusia -menurut gw- sebaiknya punya cara sendiri untuk menghargai diri sendiri sekaligus punya “booster” untuk selalu semangat menggapai mimpi dan cita-cita. Judul & pengantar diatas sengaja sebagai reminder gw bahwa apresiasi pada diri sendiri itu perlu, ga usah nunggu apresiasi dari orang lain lah.

Ketika hidup berasa stuck, penat, cenut-cenut, mungkin tampang lw bakal sama ky gw:

IMG-20150819-WA0084

Kalo boleh milih, pengennya hidup seneng terus kan. Siapa sih yang mau susah kalo emang bisa milih. Ada satu buku karangan Rick Warren yang gw baca ada kalimat berikut: “Anda akan menjadi frustasi karena situasi Anda, Anda akan bertanya-tanya “Mengapa ini terjadi kepadaku? Mengapa aku mengalami kesulitan?” Salah satu jawabannya adalah karena hidup itu memang seharusnya sulit! Itulah yang membuat kita bertumbuh. Ingatlah, bumi bukan surga!” Simple dan realistis ya?! Nah, tapi di tengah pontang-pantingnya manusia ngadepin cobaan, boleh donk rehat sebentar, atau sekedar menghadiahi diri sendiri. Hadiah bukan tentang nominal dan bentuknya. Tapi lebih pada arti hadiah itu. Bagi gw, menghadiahi diri sendiri adalah sebuah perayaan kecil atas satu atau beberapa proses yang udah gw lalui selama beberapa waktu dalam hidup. Sampai pada dateline hadiah berikutnya, halah… hahahha…. Buat gw, hadiah juga berarti booster untuk mencapai hasil tertentu dalam hidup. Ini bukan tentang ngabis2in waktu, duit, dan tenaga ya.

Tentang hadiah yang bukan dinilai dari nominal dan bentuknya, berikut sharing gw tentang alternatif hadiah untuk diri sendiri:

  • Hadiah sesuai hobi setelah lw mencapai target tertentu dalam hidup lw, atau ada beberapa resolusi tahunan yang udah lw capai. Melakukan perawatan kecantikan ada di kategori ini.
  • Liburan singkat. Ga usah lama-lama, sehari bahkan cukup kok. Pergi sendiri juga bakal seru kalo judulnya adalah “menghadiahi diri sendiri”
  • Catch those happy face! Ini agak personal sih sebenernya….mmm… gini, lw lakukan sesuatu / membeli sesuatu untuk orang (orang-orang) yang lw sayangi dan wajah happy mereka adalah hadiah bagi diri lw sendiri : )

Alternatif hadiah lain gw rasa cuma pengembangan dari tiga hadiah diatas. Setelah menghadiahi diri sendiri, biasanya gw bakal sumringah semacem gini:

Camera360_2015_8_19_023232

Biasanya setelah menghadiahi diri sendiri, pikiran jadi lebih fresh, tekanan batin jauh berkurang, yang tadinya ga mau move on justru malah bisa let go! Kerja juga jadi lebih semangat. Kalopun -lagi-lagi- pekerjaan yang lw lakukan berdarah-darah cuma jadi remah-remah memalukan di mata bos / klien, lw bakal lebih bisa iklas bilang “gak pa pa, ok gw bakal benahin lebih baik lagi ni kerjaan”.

Coming up next, gw bakal sharing pengalaman liburan di pantai.

Happy reading,

Ciao!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s