Story #25. Cerita Roker: Unspoken Cynical

Di stasiun transit. Nunggu kereta menuju Tangerang. Berdiri berjejer bersama sejuta umat. Kondisi lelah pulang kerja. Mendengar pembicaraan dari dua ibu-ibu yang tidak saling kenal tapi saling berbasa basi.

A: Ibu mw kemana bu? (nada suara terdengar sumringah. Ibu paruh baya ini berdua sama cowo, yang selama berdiri sibuk rangkul2an)
B: Ke Tangerang (nada ceria, berusaha ramah)
Gw (dalam hati): Iyalah ke tangerang. Nunggunya di sebelah sini!

A: Oh Tangerang ya.. Sama donk. Kita jg mw ke tangerang.
Gw (dalam hati) : Kalo sama so what!
A: Mw kejar bakso yg enak banget tuhh.. (makin sok ramah)
B: Ooo…yaa… (nada cerianya turun 1 oktaf. Tanggapan seadanya tapi tetep berusaha ramah)
Gw (dalam hati): Emangnya ada yg nanya situ mw ngapain di tempat tujuan!

A: (melanjutkan keceriaan) .. Tp qta mw ke rumah sodara dulu nih.. Mmm.. Dimana tuh yank?
Cowo yg di panggil sayang: Di bsd

A: Bukan.. Kok bsd sih…bla bla bla..
(berdebat berdua sementara kereta datang, si B menjauh teratur, mungkin males di gerbong deketan sama si A)

Gw (dalam hati): Thx God the conversation is fortunately over!

***
(Roker maksudnya ROmbongan KEReta a.k.a sejumlah orang yang menggunakan kereta sebagai pilihan transportasi umum).

Cerita semacam ini hanya akan terjadi kalo naik kendaraan umum.

No Happy Reading such cynicism,

Ciao!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s