Story #46. My Magical Sunrise

DSCF2789

Hi there,

It was 5am when I turn off my alarm and kinda push my roommate to wake up. We plan to go to the beach for the sunrise. I wash my face quickly as she was fussy me to be hurry. I grab my camera and walk with her to the beach. A day before, a friend told me that this place is a paradise. So I woke up that morning to be the first(s) enjoy paradise.

The best place to catch sunrise in Bali is in Nusa Dua. The opposite of Kuta, where you wish sunset were never leave. By the time the sun rising, I was so amazed. It was so beautiful and magical. For me, it was a few minutes of deep-breathe-taking. Stepping on the sand with bare feet and looked at the sky so mystical convinced me that God is an artist. The sea water was receding so I can step on a wet sands that feels so soft and mirroring the sky, also when I looked down, I can even see my self standing and smiling. The ripple sounds like a magical melody with a perfect volume. When the golden sun was getting higher, I turned back leave the beach, taking pictures somewhere else as I was heading to the hotel resto for a breakfast. I need my black coffee so bad after my only 2 hours sleeping the night before. But thank  God this morning are worth! 

The photo was taken in a private beach in one of hotel resort in Nusa Dua, Bali, so it was a quite morning and only a few people at the beach. Perfect!

See you in my next episodes of life,

Ciao!

Story #45. Pengalaman Tidak Menyenangkan Naik Taxi Putra

Hai..
Saya adalah penumpang taxi Putra dengan nomor taxi 2380 pada hari kamis, 21 April 2016. Saya naik dari boulevard jl diponegoro karawaci dengan tujuan bandara, untuk keperluan dinas. Saya menunggu taxi di pinggir jalan, kebetulan yang lewat taxi ini, lalu saya naik.

Dari awal naik taxi, saya sudah tanya apakah driver tau jalan menuju bandara. Maksudnya kalau memang gak tau jalan ya bilang saja kan, biar sy pandu. Driver bilang tau jalan. Tapi ternyata saking si driver tau jalan, saya dibawa melewati rute yang lebih jauh. Malah melewati daerah depan sekolah yang jelas riskan macet. Dari normal 30-45 menit saya bisa sampai di bandara, ini 2 jam lebih baru saya tiba di bandara. Saya ketinggalan pesawat.

Masih di dalam taxi, saya coba menghubungi nomor call center yang tertera di dekat jendela di bangku belakang. Saya sebutkan kekecewaan saya terhadap driver dan perusahaan taxi. Jawaban yang saya dapatkan diplomatis: “akan kami tindak lanjuti”.

Dalam perjalanan, driver taxi bisa-bisanya menyarankan saya untuk naik ojek pada keadaan hujan waktu itu, dan bahkan tidak ada ojek yang kami temui di jalanan. Sesampainya di terminal 3, saya membayar sesuai argo, tentunya dengan pembulatan keatas. Driver bahkan tidak mengucapkan “maaf” dan “terima kasih”. Justru menyalahkan kondisi jalan. Sampai disini, saya menilai driver ga punya etika.

Selesai mengurus tiket baru yang nominalnya bagi saya lumayan menguras dompet, saya kembali menghubungi call center. Saya sebutkan nominal yang harus saya keluarkan akibat ulah driver mereka. Lagi-lagi, jawaban yang saya dapatkan diplomatis.

Hari jumat sore, saya mendapat telfon dari driver yang waktu itu taxi nya saya tumpangi. Awalnya si driver minta maaf, tapi sungguh diluar dugaan, driver kemudian menyalahkan saya untuk keterlambatan yang terjadi. Padahal jelas-jelas dia yang pilih rute. Saya rasa minta maafnya karena disuruh, makanya tidak iklas begitu. Lebih salah lagi, menyalahkan penumpang!

Beberapa menit setelahnya, kepala pull menelepon saya, menyatakan maaf dan bilang bahwa driver kena skors 2 bulan (yang sebenarnya ga mengurangi beban saya menanggung biaya tiket baru).

Dari pengalaman tersebut, saya punya kesimpulan:
– Driver taxi ga punya attitude. Kemungkinan nakal karna memainkan rute. Minta maaf pun karena disuruh perusahaan.
– Penanganan keluhan hanya main2 saja. Gak ada ganti rugi dari perusahaan. Kerugian saya bukan sekedar nominal tiket baru tapi beberapa kerugian tidak bisa dirupiahkan (misal: saya mengecewakan klien yang harus saya temui di denpasar, pekerjaan yang seharusnya bisa selesai siang jadi malam baru selesai).
– Selalu waspada driver nakal, terutama dari perusahaan ini.

Ciao!

Posted from WordPress for Android