Story #45. Pengalaman Tidak Menyenangkan Naik Taxi Putra

Hai..
Saya adalah penumpang taxi Putra dengan nomor taxi 2380 pada hari kamis, 21 April 2016. Saya naik dari boulevard jl diponegoro karawaci dengan tujuan bandara, untuk keperluan dinas. Saya menunggu taxi di pinggir jalan, kebetulan yang lewat taxi ini, lalu saya naik.

Dari awal naik taxi, saya sudah tanya apakah driver tau jalan menuju bandara. Maksudnya kalau memang gak tau jalan ya bilang saja kan, biar sy pandu. Driver bilang tau jalan. Tapi ternyata saking si driver tau jalan, saya dibawa melewati rute yang lebih jauh. Malah melewati daerah depan sekolah yang jelas riskan macet. Dari normal 30-45 menit saya bisa sampai di bandara, ini 2 jam lebih baru saya tiba di bandara. Saya ketinggalan pesawat.

Masih di dalam taxi, saya coba menghubungi nomor call center yang tertera di dekat jendela di bangku belakang. Saya sebutkan kekecewaan saya terhadap driver dan perusahaan taxi. Jawaban yang saya dapatkan diplomatis: “akan kami tindak lanjuti”.

Dalam perjalanan, driver taxi bisa-bisanya menyarankan saya untuk naik ojek pada keadaan hujan waktu itu, dan bahkan tidak ada ojek yang kami temui di jalanan. Sesampainya di terminal 3, saya membayar sesuai argo, tentunya dengan pembulatan keatas. Driver bahkan tidak mengucapkan “maaf” dan “terima kasih”. Justru menyalahkan kondisi jalan. Sampai disini, saya menilai driver ga punya etika.

Selesai mengurus tiket baru yang nominalnya bagi saya lumayan menguras dompet, saya kembali menghubungi call center. Saya sebutkan nominal yang harus saya keluarkan akibat ulah driver mereka. Lagi-lagi, jawaban yang saya dapatkan diplomatis.

Hari jumat sore, saya mendapat telfon dari driver yang waktu itu taxi nya saya tumpangi. Awalnya si driver minta maaf, tapi sungguh diluar dugaan, driver kemudian menyalahkan saya untuk keterlambatan yang terjadi. Padahal jelas-jelas dia yang pilih rute. Saya rasa minta maafnya karena disuruh, makanya tidak iklas begitu. Lebih salah lagi, menyalahkan penumpang!

Beberapa menit setelahnya, kepala pull menelepon saya, menyatakan maaf dan bilang bahwa driver kena skors 2 bulan (yang sebenarnya ga mengurangi beban saya menanggung biaya tiket baru).

Dari pengalaman tersebut, saya punya kesimpulan:
– Driver taxi ga punya attitude. Kemungkinan nakal karna memainkan rute. Minta maaf pun karena disuruh perusahaan.
– Penanganan keluhan hanya main2 saja. Gak ada ganti rugi dari perusahaan. Kerugian saya bukan sekedar nominal tiket baru tapi beberapa kerugian tidak bisa dirupiahkan (misal: saya mengecewakan klien yang harus saya temui di denpasar, pekerjaan yang seharusnya bisa selesai siang jadi malam baru selesai).
– Selalu waspada driver nakal, terutama dari perusahaan ini.

Ciao!

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s