Story #50. Perdjoeangan Koeteroeskan Sampai Ke Achir Djaman

WhatsApp Image 2016-08-15 at 17.26.05

Perjuangan! Tujuh puluh satu tahun yang lalu, Bangsa Indonesia boleh merasakan kemenangan, merayakan kemerdekaan, menikmati hasil perjuangan, meski menurut beberapa sumber sejarah, Bangsa Indonesia bahkan masih dalam perjuangan ketika menyatakan hari kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Apapun itu, proklamasi kemerdekaan adalah sebuah statement keberanian yang menggebrak dunia. Bicara perjuangan, semua orang ketika itu adalah pejuang, terbagi dalam banyak kelompok pejuang untuk satu tujuan: Indonesia Merdeka. Ketika itu, pelajar juga mengemban tugas perjuangan. Usia muda bukan tak punya nyali. Beda daerah, beda nama kelompok pejuang. Di Jawa Timur, pejuang pelajar dikenal dengan sebutan MASTRIP. Mastrip dimulai dari kata TRIP, yaitu Tentara Republik Indonesia Pelajar. Embrio dari TRIP adalah BKR Pelajar, yang dibentuk pada 22 Agustus 1945. Mereka dikenal juga dengan nama EX BRIGADE 17 Tentara Pelajar. Sedangkan pihak Belanda menyebut mereka dengan Die Kleintjes TRIP. Usia rata-rata anggota TRIP antara 12 hingga 20 tahun. Karena anggotanya adalah pelajar pria, maka sebutan “mas” ditempelkan untuk menyebut mereka. Sekaligus sebagai panggilan akrab di daerah Jawa, “mas anggota TRIP” begitulah, lalu menjadi “Mastrip”. Di Jawa Tengah, kelompok ini bernama Tentara Pelajar (TP).

Dari berjuang bersama, lalu menjadi keluarga besar. Saat ini, Paguyuban Mastrip masih eksis dengan anggota generasi pertama (eyang-eyang), lalu generasi kedua (anak-anak eyang), dan generasi ketiga (cucu-cucu eyang). Angkat senjata telah usai, bukan berarti perjuangan usai. Perang yang dihadapi masa kini berbeda. Tak perlu senjata, anak bangsa saat ini butuh memerdekakan diri dari kebodohan untuk bisa keluar dari kemiskinan. Inilah yang menjadi salah satu perjuangan Generasi Penerus Mastrip saat ini. Maka program beasiswa menjadi salah satu program rutin yang hadir. Semua anggota keluarga besar ini boleh berpartisipasi, boleh menikmati. Paguyuban Mastrip juga rutin melakukan napak tilas perjuangan, melakukan tabur bunga di makam pahlawan, dan besok, seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Upacara Bendera di Tugu Proklamasi Jakarta. Program dan kegiatan yang merupakan wujud nyata dari cita-cita dan semangat juang biasanya di share di official web Mastrip. Semoga semangat juang generasi pertama selalu menjadi inspirasi bagi kita semua. Paguyuban ini hidup menenuskan perjuangan hingga ke akhir zaman, persis seperti dikatakan di tempat saya berfoto bersama papa. –Malang, Mei2016.

 

——————————————–

Eyang kakung saya dari papa adalah anggota Mastrip. Sayang hanya sebentar saya mengenal beliau secara langsung. Kira-kira waktu itu saya kelas 3SD ketika Eyang meninggalkan kami untuk selamanya. Jika hari ini beliau ada, akan sangat menyenangkan duduk ngobrol di teras rumah ‘kunden di Blitar sambil nyeruput kopi, mungkin Eyang suka kopi hitam yang kental dan manis? Minum di gelas keramik kecil pakai piring lepek. Cara minumnya bukan sembarang seruput, tapi dituang sedikit diatas piring lepek, naah… dari pinggir piring lepek itu nyeruputnya. Hmm….aahhh…. nikmat sekali! Minum kopi paling asik ya minum dari gelas keramik, bukan gelas karton apalagi gelas plastik. Rasanya pernah ada kenangan begini waktu kecil dulu, apa sama papa ya bukan sama Eyang kakung?! Entah, lupa saya. Kalau sama papa, itu pasti teh bukan kopi.

 

Ciao!

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s