Story #60. Me + God = Enough

“Me + God = Enough”

Ini status yang tercantum di bbm & whatsapp saya, juga pernah saya gunakan sebagai signature di salah satu email yang saya setting di hp blackberry. ~Dan tulisan ini udah dari 2015 ngendon di draft tapi gak pernah saya selesaikan hingga hari ini. ~ Saya menemukan rumus itu dari salah satu akun twitter beberapa tahun yang lalu. Kalimat tersebut adalah pengingat saya untuk senantiasa berserah diri kepada Tuhan. Waktu itu saya sedang berada pada situasi yang tidak menyenangkan, ruwet, menyebalkan, dan entah apa lagi kata yang tepat untuk mendeskripsikannya. Saya menempuh berbagai cara untuk bisa keluar dari situasi tersebut. Cara sebagai manusia biasa tentunya, dengan melibatkan sejumlah manusia lain, untuk memberi pelajaran pada sekelompok manusia yang lain lagi. Bingung ya? Coba baca sekali lagi!

Sebagian manusia pada kondisi kalut memiliki kecenderungan bertindak bodoh dan tidak solutif. Manusia berdoa, memohon jalan keluar terbaik atas suatu persoalan, tetapi tidak berserah diri pada Tuhan. E. Stanley Jones mengatakan, ” Kalau anda tidak berserah kepada Tuhan, anda akan berserah pada kekacauan.”
“Berserah” beda makna dengan “pasrah”. Dengan berserah, saya mempunyai semangat hidup yang tinggi, dan yakin akan pemeliharaan Tuhan atas hidup saya. Beda dengan pasrah, dimana hidup semacam tak ada lagi harapan, memandang segala sesuatu jadi pesimis. Endingnya orang pasrah bisa jadi bunuh diri, atau malah bunuh sesama! Formula “Me + God = Enough” bukan mentah-mentah saya tidak butuh manusia lain dalam hidup. Justru sesama manusia yang membawa kita pada pilihan untuk pasrah atau berserah. Toh Tuhan menggunakan kita manusia sebagai alatNya untuk berkarya. Dikasih kejadian yang tidak menyenangkan supaya kita jangan lupa bersyukur ketika kita diberi nikmat.

Kamu tau, Tuhan Yesus bilang “Datanglah kepadaku semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu”. Siapa saja, katanya! Tidak terkecuali saya dan kamu! Serahkanlah pergumulan kepadaNya, jalani hidup sebaik-baiknya. Serumit-rumit masalah, pasti ada solusi. Lelah boleh, menyerah jangan. Dengar saran dari sesama manusia boleh, tapi jangan juga mudah terhasut. Berdoa dan berserahlah, karena kita ini hamba Tuhan dan Tuhan lebih mengenal kita lebih daripada kita mengenal diri sendiri. Maka terjadilah kepadaku menurut kehendakMu.

Me + God = Enough !